mengenal-naratologi

Penggunaan unsur naratif dalam film maupun novel merupakan tahap yang pasti dilakukan oleh peneliti dalam meneliti sebuah karya. Dalam artikel ini, salah satu aspek naratologi yang akan dibahas yaitu urutan cerita atau order dan durasi atau duration milik Gerard Genette. Genette menemukan lima aspek dalam analisis naratif yang dapat diperhatikan saat ingin membedah sebuah karya berdasarkan strukturnya. Aspek-aspek tersebut antara lain; order, duration, frequency, mood, dan voice. Namun, artikel ini hanya akan fokus pada urutan cerita dan durasi saja.

  • Urutan Cerita (Order)

Urutan (order) adalah rangkaian peristiwa satu dengan perstiwa yang lain sehingga membentuk narasi (Eriyanto 30). Terdapat dua macam urutan, yang pertama yaitu urutan cerita yang kedua adalah urutan plot. Urutan cerita atau story order bersifat kronologis. Cerita adalah peristiwa sesungguhnya, yang sifatnya pasti kronologis (31).  Yang kedua adalah urutan plot atau plot order. Dalam urutan plot sifatnya bisa kronologis maupun tidak kronologis. Contohnya dalam novel Carrie karya Stephen King. Novel tersebut menceritakan seorang tokoh perempuan bernama Carrie yang memiliki kemampuan menggerakkan benda disekelilingnya. Dalam novel, peristiwa dimana Carrie memporak porandakan kota tidak diceritakan secara kronologis. Dalam hal ini hal yang tidak kronologis ialah plot. Plot tidak harus bersifat kronologi ketika menceritakan sebuah cerita. Novel Carrie dimulai dengan sebuah berita pada koran yang memuat bahwa terjadi sebuah peristiwa hujan batu, dimana sesungguhnya peristiwa tersebut diakibatkan oleh Carrie yang merupakan bagian akhir daripada novel tersebut. Bisa dilihat bahwa plot Carrie tidaklah kronologis. Namun, berbeda dengan urutan cerita yang harus bersifat kronologis. Ketika mengindentifikasi urutan cerita, maka seseorang harus mengurutkan peristiwa yang terjadi di awal cerita hingga akhir cerita walaupun letaknya berlompatan.

  • Durasi (Duration)

Durasi adalah waktu dari suatu peristiwa. Sama seperti urutan atau order, durasi terbagi menjadi dua yaitu; durasi cerita, durasi plot, dan durasi teks. Durasi cerita merujuk pada keseluruhan waktu dari suatu peristiwa dari awal hingga akhir. Durasi cerita ini bisa bulan, tahun, bahkan ratusan tahun, tergantung pada peristiwa (Eriyanto 25). Sedangkan durasi plot ialah cenderung lebih pendek karena pembuat cerita kerap mengambil bagian waktu tertentu dari sebuah cerita untuk ditonjolkan kepada khalayak. Jenis yang ketiga adalah durasi teks. Durasi ini merujuk pada waktu dari suatu teks. Misalnya, sebuah film berdurasi dua jam, atau sebuah berita televisi mengambil durasi 15 menit, dan seterusnya (25).

Jadi, bisa dikatakan bahwa untuk membedah atau menganalis novel, unsur-unsur intrinsik yang tersedia pada teks itu sendiri merupakan langkah awal yang pasti akan dilakukan oleh peniliti. Setelah melewati langkah ini, peneliti akan mampu membedahnya dengan teori-teori yang lain misalnya teori Ecofeminism, Postcolonialism, dan lainnya. Naratologi memiliki banyak aspek, urutan cerita dan durasi merupakan diantaranya.

Eriyanto. Analisis Naratif: Dasar-dasar dan Penerapannya dalam Analisis Teks Berita Media. Jakarta: Kencana , 2013.