cyborg-dan-posthuman

 

Tulisan ini merupakan pengantar singkat untuk memahami dasar perbedaan antara cyborg dan posthuman sebelum Anda menggunakannya sebagai konsep dalam sebuah analisis.

Cyborg

Oscar Pistorus, seorang difabel yang meraih medali dalam olimpiade di cabang atletik pada tahun 2012 membuat banyak orang bedecak kagum atas keberhasilannya mengalahkan pelari normal kelas dunia dalam lari 100, 200, dan 400 meter dengan bantuan kaki buatan. Sebelumnya, Oscar mendapat cekal oleh para ilmuan dengan alasan kaki buatan miliknya dapat memberikannya keuntungan sehingga merugikan para pelari normal. Dan terbukti, ia berhasil memecahkan rekor dalam lari jarak 400 meter dengan catatan waktu 46,19 detik, dan mengungguli para pelari normal. Pencapaian yang diraih oleh Oscar tidak lepas dari bantuan kaki buatan yang merupakan bukan bagian dari tubuhnya saat ini. Tanpa alat tersebut, Oscar tidak mungkin bisa menciptakan rekor serta mengalahkan para pelari normal dalam olimpiade.

Kaki buatan yang Oscar gunakan berperan besar dalam prestasinya. Oleh karena itu, dapat dikatakan secara jelas bahwa Oscar adalah seorang Cyborg. Menurut Donna Haraway, Cyborg adalah organisme cybernetic, gabungan antara mesin dan organisme, makhluk dari realitas sosial serta makhluk fiksi (291). Tubuh Oscar yang merupakan gabungan antara organisme dan mesin mengakibatkan dirinya dapat berjalan bahkan berlari lebih cepat dari manusia normal. Hal tersebut merupakan indikator bahwa ia adalah seorang cyborg.   Lalu apakah Oscar juga temasuk seorang Posthuman? Jawabannya bisa ya dan tidak.

Posthuman

Saat ini teknologi menjadi aspek yang oleh banyak orang tidak bisa dihilangkan dari kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut diakibatkan oleh nilai guna yang ditawarkan oleh teknologi telah banyak menguntungkan manusia. Tidak heran jika beberapa orang merasa seolah tidak bisa hidup tanpa gadgetnya. Kondisi tersebut merupakan penggambaran dari situasi yang dialami oleh posthuman, dimana oleh Donna Harraway dijelakan bahwa posthuman sebagai situasi bukan merupakan tubuh yang melebur bersama teknologi melainkan situasi yang diakibatkan oleh teknologi kepada manusia, seperti adanya ketergantungan (2000). Kondisi ketergantungan pada teknologi dapat ditemui pada pemain individu-individu yang kencaduan game online.

Kesimpulan

Jadi, Posthuman dapat merupakan situasi dimana teknologi telah mempengaruhi manusia. Misalnya timbulnya rasa ketergantungan. Contohnya ketika seseorang yang biasanya membahwa handphone kemanapun ia pergi, lalu suatu saat ia tanpa sengaja meninggalkan handphonenya dirumah, dan tanpa pikir panjang kembali kerumah untuk mengambil handphone tersebut merupakan penggambaran ia sebagai seorang posthuman. Ia telah tergantung dengan teknologi. Sedangkan cyborg merupakan situasi dimana organisme dan non-organisme seperti  mesin bergabung atau melebur. Contohnya dalam kasus Oscar Pistorus diatas.

Referensi

Haraway, D., 2000. A Cyborg Manifesto. In D. Bell & B.M. Kennedy, eds. The Cybercultures Reader. 1st ed. London: Routledge.
Share This